1. Berita
Terdapat beberapa pengertian mengenai berita, diantaranya adalah dari Dean M. Lyle Spencer dalam bukunya yang berjudul News Writtings yang kemudian dikutip oleh George Fox Mott ( New Survey Journalism ) menyatakan bahwa berita dapat didefinisikan sebagai setiap fakta yang akurat atau suatu ide yang dapat menarik perhatian bagi sejumlah besar pembaca.Sedangkan Mitchel V. Charnley dalam bukunya Reporting edisi III (Holt-Reinhart & Winston, New York, 1975 halaman 44) menyebutkan berita adalah laporan yang tepat waktu mengenai fakta atau opini yang memiliki daya tarik atau hal penting atau kedua-duanya bagi masyarakat luas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “berita adalah suatu fakta atau ide atau opini aktual yang menarik dan akurat serta dianggap penting bagi sejumlah besar pembaca, pendengar maupun penonton.Dari pengertian di atas, ada empat unsur yang harus dipenuhi oleh sebuah peristiwa, sehingga layak menjadi sebuah berita.Unsur-unsur tersebut adalah
1. Unsur Aktual
Mengandung unsur terkini, terbaru, terhangat, baru saja atau sedang terjadi. Pengertian terbaru, bisa merupakan fakta terbaru yang ditemukan dari suatu peristiwa lama, atau peristiwa yang baru saja terjadi.
2. Unsur Faktual
Dalam unsur faktual, kejadian benar-benar merupakan suatu kenyataan, bukan suatu rekayasa, khayalan atau karangan. Fakta dalam sebuah berita muncul dan diperoleh dari sebuah kejadian nyata, pendapat ataupun pernyataan.
3. Unsur Penting\
Ada dua hal dalam berita dinilai penting. Pertama tokoh yang terlibat dalam pemberitaan adalah tokoh penting atau memiliki kapasitas yang telah diakui oleh masyarakat. Kedua, materi berita menyangkut kepentingan orang banyak dan mempengaruhi kondisi masyarakat.
4. Unsur Menarik
Menimbulkan rasa ingin tahu, dan ketertarikan dari masyarakat untuk menyimak isi berita tersebut. Peristiwa yang menarik dan diminati oleh masyarakat biasanya bersifat menghibur, aneh, memiliki unsur kedekatan, mengandung nilai kemanusiaan, mengandung unsur seks, kriminalitas dan konflik.
2. Memilih materi berita
a. Timeliness
Memilih berita harus sesuai dengan waktu yang dibutuhkan oleh masyarakat pemirsa. Tepat waktu maksudnya ketepatan dalam menyampaikan informasi tentang peristiwa yang sedang ditunggu oleh masyarakat dari segi waktu.
b. Proximity
Dekat dari segi lokasi, pertalian ras, profesi, kepercayaan, kebudayaan, dan kepentingan terkait lainnya. Misalnya jika dilihat dari segi lokasinya, berita akan menjadi lebih menarik bagi pemirsa apabila pemirsa tersebut mengenal atau dekat dengan lokasi kejadian berita.
c. Prominence
Kepopularitasan seseorang atau sesuatu dalam berita. Semakin terkenal maka akan semakin menarik untuk menjadi bahan berita. Misalnya seorang presiden, artis, atau atlet berprestasi.
d. Consequence
Segala tindakan atau kebijakan, peraturan, perundangan yang dapat berakibat merugikan atau menyenangkan orang banyak merupakan bahan berita yang menarik. Misalnya tentang perundangan baru yang dikeluarkan pemerintah, tentunya dampaknya akan berbeda-beda setiap orang.
e. Conflict
Konflik memiliki nilai berita yang sangat penting karena konflik merupakan bagian dalam kehidupan. Di sisi lain, berita sangat berhubungan dengan peristiwa kehidupan.
f. Development
Nilai berita yang berisi tentang keberhasilan dan kegagalan pembangunan.
g. Disaster &Crimes
Dua perisitiwa berita yang pasti mendapat tempat bagi para pemirsa karena menyangkut soal keselamatan manusia.
h. Weather
Berita tentang keadaan cuaca yang terjadi. Prakiraan cuaca menjadi bahan berita yang menarik bagi pemirsa karena dengan tahu kondisi cuaca para pemirsa dapat menyiapkan segala kebutuhan saat bepergian atau saat sedang dirumah saja.
i. Sport
Berita olahraga termasuk yang paling menarik di hati pemirsa. Sampai pada saat ini masing-masing stasiun televise membuat department sendiri yang khusus untuk menangani berita olahraga. Begitu juga reporter dan penyiarnya disiapkan khusus.
j. Human Interest
Berita yang dapat menyentuh perasaan, pendapat, dan pikiran manusia. Kisah-kisah yang dapat membangkitkan emosi manusia merupakan peristiwa menarik dari segi human interest.
3. Jenis berita
1. Hard news
Berita yang dianggap penting bagi masyarakat. Biasanya tentang kebijakan pemerintah. Hard news juga termasuk kejadian internasional, keadaan masyarakat, masalah ekonomi, criminal, kerusakan lingkungan maupun tentang ilmu pengetahuan.
2. Soft news
Berita ringan yang tidak terikat dengan aktualitas namun memliki daya tarik bagi pemirsa. Berita ringan yang biasa disebut feature sangaat diperlukan dalam setiap penyajian bulletin berita. Hal ini dimaksudkan sebagai selingan antara berita berita berat yang disiarkan di awal sajian.
3. Investigative reports
Laporan penyelidikan yang bersifatt ekslusif. Datanya lebih mendalam dan biasanya durasi pengulasan berita bisa lebih dari 10 menit. Berita penyelidikan sangat menarik karena tidak mudah untuk menggali data sampai ke detailnya. Seroang reporter harus memliki banyak sumber yang mendapat jaminan untuk tidak terekspos karena keselematan diri mereka.
4. Menulis naskah berita televisi
1. Formula penulisan
Formula untuk menuju easy listening ada bermacam-macam, namun yang paling mudah diingat adalah formula yang dikemukakan oleh Soren H. munhoff dengan akronim ABC-SS.
- Accuracy
Berita harus sesuai dengan konteks permasalahan. Transkrip hasil wawancara atau materi yang akan diungkap juga harus tepat sesuai dengan pokok bahasan.
- Brevity
Penulisan berita di media elektronik cukup singkat saja tidak perlu panjang-panjang. Satu item berita dalam setiap program berita biasanya paling panjang mencapai 3 menit. Singkat tetapi tidak berarti menghilangkan esensi peristiwa dalam setiap penyajian liputan berita tersebut.
- Clarity
Informasi yang di sampaikan ke pemirsa harus jelas dan tidak membingungkan. Kejelasan harus ditulis dalam penyebutan nama, istilah asing maupun lafalnya.
- Simplicity
Berita yang disampaikan harus mudah dipahami karena penonton televise memiliki latar belakang yang berbeda baik pendidikan, social, ekonomi, maupun kebudayaannya.
- Sincerity
Informasi mengenai peristiwa yang akan disampaikan harus apa adnya dan ditulis objektif. Karena berita merupakan laporan fakta yang terjadi di lapangan. Opini masih bisa ditulis apabila opini tersebut dari orang lain. Boleh saja menulis opini dari reporter, tetapi harus pada kolom khusus opini atau acara khusu yang memang dimaksudkan untuk mewadahi pendapat.
2. Struktur berita
- Piramida
Penulisan dilakukan dengan mengetengahkan informasi yang kurang penting tetapi bekaitan menuju kea rah yang paling penting. Jadi klimaknya ada di bagian akhir berita.
- Kronologis
Masing-masing bagian memiliki nilai kepentingan yang sama. Tidak bisa diselang-seling, tetapi harus runtut. Biasanya dipakai untuk bahasan sains dan kedokteran.
- Piramida terbalik
Isi berita yang paling penting ditempatkan pada baris kalimat pembuka berita atau lead news. Teknik penulisan ini dilakukan untuk berita-berita pendek dan bersifat langsung (straight news).
3. Tanda baca, angka, dan singkatan
a. Tanda baca
Secara umum hanya ada 3 sampai 4 jenis tanda baca yg digunakan dalam penulisan untuk media televise, yaitu:
- Titik (.) sebagai tandan untuk berakhirnya sebuah kalimat. Ada juga yang menambahkan dua garis miring (//) di belakangnya.
- Koma (,) sebagai tanda pemisah antara bagian di dalam kalimat untuk memperjelas pengertian atau jeda berhenti sesaat untuk memberikan peluang bernapas bagi pembacanya.
- Strip (-) digunakan untuk pemutusan kata dalam sebuah kalimat akibat terbatasnya ruang. Selain itu juga menandai singkatan.
- Tanda Tanya (?) hanya pada uraian-uraian tertentu saja yang kadang-kadang masih memerlukan kalimat Tanya,itupun tidak dimaksudkan untuk memperoleh jawaban dari pemirsa.
b. Angka
Menulis angka di media televise tidak dapat dilakukan dengan menuliskan semua angka-angka tetapi sebagian diantaranya perlu dilakukan penggabungan antara angka dan huruf. Sedangkan untuk angka yang jumlahnya cukup banyak dan ganjil sebaiknya dibulatkan. Mari cermati catatan berikut ini:
0 s/d 11 : ditulis dengan huruf
12 s/d 999 : ditulis dengan angka
Diatas 999 : ditulis secara gabungan antara angka dan huruf
Contoh :
500.750 = 500 ribu750
11. 250 = sebelas ribu 250
493.287 = sekitar 500 ribu
c. Singkatan
Singkatan di medium televisi sebaiknya tidak dilepaskan begitu saja. Selain pemakaian tanda baca khusus, juga peerlu pemanjangan singkatan tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Banyak hal-hal serupa yang dapat terjadi di dalam singkatan-singkatan. Demikian pula terhadap singkatan yang tidak dikenal secara umum, harus dipanjangan atau dituliss kedua-duanya. Contoh:
BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI, B-P-P-T INDONESIA MULAI HARI INI MEMBAHAS KEMUNGKINAN PENERAPAN NUKLIR SEBAGAI SEUM,BER TENAGA LISTRIK DI INDONESIA … DST

0 comments:
Post a Comment